Warta Metropolitan, Blog Warta Indonesia

Berlebaran di negri orang


Di akhir bulan suci Ramadhan atau menjelang kedatangan Syawal di tahun Hijriah, ada kebiasaan budaya bangsa kita yaitu mudik atau pulang ke kampung halaman. Orang yang biasa hidup dan bekerja di suatu daerah yang jauh dari tanah kelahiran, maka dia akan pulang ke kampung halaman, ke tempat asal usulnya bermula, termasuk mereka yang berada di luar negeri.Mudik telah menjadi ajang melepas rindu kepada keluarga setelah sekian lama tidak bertemu.

Tetapi beberapa orang mungkin tidak bisa melakukan ritual mudik disaat hari raya tiba, karena satu atau beberapa alasan, mereka terpaksa merayakannya bersama-sama teman dekat,tetangga atau para kerabat saja tanpa keluarga. Bagaimana dengan saudara kita yang merayakan lebaran di negara minoritas muslim ? apakah mendapatkan suasana yang sama dengan lebaran di Negara sendiri ? jawabannya tentulah tidak sama, ‘’jauh lebih baik merayakan hari raya di Negara sendiri bersama keluarga..” begitulah jawaban beberapa teman yang merayakan lebaran di Muenchen Jerman.

Komunitas warga muslim di Muechen Jerman merayakan lebaran dan bersilaturahmi bersama-sama di Mesjid Afghanistan, tetapi meskipun tidak sama rasanya dengan berlebaran di tanah air, warga Indonesia Muenchen Jerman tidak terlalu sedih, meski jauh dari Indonesia dan keluarga, disini banyak orang Indonesia dan sudah seperti keluarga sendiri, suasana ramadhan juga terasa karena setiap minggu mereka mengadakan buka bersama yang dikelola orang Indonesia. Opor ayam dan ketupat pun tersedia, tapi yang bikin rindu adalah gema takbir dimalam takbiran yang tidak ada di Jerman.

0 Comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.