Warta Metropolitan, Blog Warta Indonesia

AS: Al Qaeda Rencanakan Serangan Baru

Tentara Pakistan mengamankan area di luar Konsulat Arab Saudi di Karachi, Pakistan, Rabu (11/5), menyusul ledakan granat yang dilemparkan dua pria yang mengendarai sepeda motor di wilayah itu. Otoritas Pakistan mengatakan tak ada kerusakan dan korban dalam serangan yang diduga reaksi balasan pertama setelah tewasnya Osama bin Laden di tangan pasukan khusus Amerika Serikat tersebut.
PestaBaca.info - Washington, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat, mengeluarkan peringatan ke seluruh dunia bahwa Al Qaeda sedang merencanakan serangan di banyak wilayah. AS pun mendesak warganya untuk menerapkan "tingkat kewaspadaan tinggi".

Peringatan itu—menggantikan peringatan versi sebelumnya—menyatakan, Departemen Luar Negeri AS mengantisipasi meningkatnya potensi kekerasan anti-Amerika menyusul kematian Osama bin Laden pada Mei 2011. "Informasi saat ini menunjukkan, Al Qaeda dan organisasi-organisasi afiliasinya terus merencanakan serangan teroris terhadap kepentingan-kepentingan Amerika di beberapa kawasan, termasuk di Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Serangan-serangan ini dapat menggunakan berbagai taktik termasuk operasi bunuh diri, pembunuhan, penculikan, pembajakan, dan pemboman," demikian antara lain bunyi pernyataan  tersebut.

Kemungkinan target meliputi peristiwa-peristiwa olahraga kelas  atas, daerah-daerah perumahan, kantor bisnis, hotel, klub, restoran-restoran, serta tempat-tempat ibadah dan sekolah-sekolah. "Orang-orang Amerika diingatkan untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan tinggi dan agar  mengambil langkah yang tepat untuk meningkatkan kesadaran keamanan mereka," kata Departemen Luar Negeri AS.

Selain itu, informasi yang layak dipercaya menunjukkan kepentingan AS sedang dijadikan target di Timur Tengah dan Afrika Utara. "Tingkat ancaman keamanan tetap tinggi di Yaman akibat adanya kegiatan teroris di sana," demikian pernyataan itu, dan mencatat Libya  tetap "bergolak dan berbahaya serta ancaman kekerasan operasi militer dan teroris tetap tinggi, bahkan di daerah-daerah yang dikuasai oposisi.

Departemen Luar Negeri AS juga memperingatkan tentang perjalanan laut di Tanduk Afrika atau Laut Merah selatan karena "peningkatan penting serangan bersenjata, perampokan, dan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan oleh bajak laut." Meskipun Departemen Luar Negeri AS menetapkan sebagai risiko yang signifikan di beberapa kawasan, Menteri Pertahanan AS yang baru, Leon Panetta, mengatakan, dalam kunjungannya awal bulan ini ke Afganistan, "kekalahan strategis" Al Qaeda "dalam jangkauan."


[kompas.com]

0 Comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.