Warta Metropolitan, Blog Warta Indonesia

Aksiku - Toko Buku Bekas Online

Jumat, Juli 01, 2011

Puing-puing Ledakan Supernova

Tycho supernova yang mengandung struktur baru yang belum bisa dijelaskan. (space.com)
PestaBaca.info - Lebih dari 400 tahun lalu, astronom Denmark, Tycho Brahe, mempelajari ledakan bintang yang kemudian diberi nama Tycho supernova. Namun ketika itu, tidak banyak informasi yang bisa didapat.

Kini astronom dapat melihat lebih detil ledakan supernova itu dengan sinar X. Menggunakan Chandra X-ray Obeservasory milik NASA, tampak puing-puing supernova itu menjadi seperti gelembung yang terus membesar dan terdiri dari serpihan-serpihan super panas.

Di dalam gelembung raksasa itu terdapat elektron energi tinggi yang bergerak dengan kecepatan lebih tinggi lagi.

Setelah Tycho supernova diamati sekian lama menggunakan Chandra X-ray Obeservasory, yang secara total mencapai waktu kurang lebih satu juta detik, peneliti berhasil menemukan struktur baru yang belum bisa dijelaskan secara ilmiah pada sisa-sisa ledakan bintang tersebut.

Sejumlah garis yang terlihat di puing-puing Tycho supernova menyediakan bukti-bukti adanya partikel yang telah diakselerasikan menjadi energi yang sangat tinggi.

Ini merupakan petunjuk yang sangat penting untuk memahami lebih baik atas objek yang pertamakali dilihat oleh Tycho Brahe pada tahun 1572 lalu tersebut.




Puing-puing Ledakan Supernova

Lebih dari 400 tahun lalu, astronom Denmark, Tycho Brahe, mempelajari ledakan bintang yang kemudian diberi nama Tycho supernova. Kini dengan menggunakan Chandra X-ray Obeservasory milik NASA, tampak puing-puing supernova itu menjadi seperti gelembung yang terus membesar dan terdiri dari serpihan-serpihan super panas.


[vivanews.com]

0 Comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.