Warta Metropolitan, Blog Warta Indonesia

Aksiku - Toko Buku Bekas Online

Sabtu, Juni 25, 2011

Jika Anak Suka Tidur di Lantai

PestaBaca.info - Anak-anak umumnya senang tidur di lantai. Mungkin karena lantai menimbulkan perasaan lega dan leluasa ketimbang tidur di ranjang yang terkesan sempit. Apalagi, tidur di tegel tanpa pelapis memberi sensasi dingin. Nah, ini kan lokasi yang nyaman untuk tidur di hari yang panas.

Masalahnya bahaya enggak sih? Ternyata tidur di lantai tidak berdampak pada kesehatan anak sepanjang lantainya selalu bersih. Lantaran itu, jika si kecil hobi tidur di lantai, pastikan lantai selalu disapu dan dipel setidak-nya sehari dua kali. Lantai pun sebaiknya dipel dengan cairan yang mengandung disinfektan agar dapat mengusir tak hanya debu namun juga kuman yang menempel di lantai.

Pengecualian, anak-anak yang mem-punyai gejala bronkitis atau alergi udara dingin sebaiknya menghindari tidur di lantai. Bukan karena kebiasaan tersebut dapat menyebabkan penyakit paru-paru basah seperti yang selama ini diyakini awam. Namun lebih karena lantai, relatif dingin dan lembap apalagi di malam hari. Jadi bagi anak yang sensitif dapat menyebabkan batuk atau pilek. Sedangkan bagi yang mempunyai gejala bronkitis, akan membuat penya-kitnya kambuh.

SEDIAKAN ALAS

Bagaimana kalau si kecil yang "penyakitan" itu tetap saja membandel ingin bobok di lan-tai? Salah satu cara menyisiatinya adalah dengan tidak membiarkannya tidur langsung di atas lantai, tapi dengan memberi alas yang cukup tebal seperti selimut, bed cover, atau matras. Pemberian alas berupa karpet tidak disarankan me-ngingat pada anak-anak yang sensitif, debu yang menempel di karpet justru dapat menjadi pemicu munculnya bersin-bersin yang berkepanjangan.

Agar si kecil mau tidur di alas tersebut, berikan alas yang menarik baginya. Anak yang lebih besar, dapat diberi penjelasan memadai tentang kerugian tidur di lantai tanpa alas. Tidur di kasur busa yang diletakkan di lantai, boleh dilakukan. Umumnya kasur busa tak menyebabkan alergi seperti kasur kapuk.

Sebenarnya, di negara-negara maju yang mempunyai musim dingin, solusi penggunaan untuk menghindari dingin di lantai adalah dengan meng-gunakan lantai kayu (parquet ) yang memang memberi efek hangat. Mereka pun mempunyai alat pemanas khusus untuk lantai sehingga lantai tetap hangat. Di Indonesia yang beriklim tropis kedua hal ini memang tak dibutuhkan. Rasanya cukuplah dengan memberi pelapis bebas debu pada lantai.(Santi Hartono)

[tabloidnova.com]

0 Comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.