Warta Metropolitan, Blog Warta Indonesia

Sopir Livina Maut ditunggu Kerangkeng Polres Jaksel

Sejak dikeluarkan surat penahanan dan dirawat di RS Polri Jakarta Timur, kondisi sopir Livina maut Andika Pradipta (27) sudah mulai membaik.

Rencananya, pihak Kepolisian akan melakukan penahanan terhadap Andika usai menerima pernyataan sehat dari tim dokter rumah sakit.

"Kalau tidak ada halangan, besok
kita akan lakukan penahanan,"
terang Kasat Lantas Polres Jakarta
Selatan, AKBP Hindarsono saat
dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (3/1).

Hindarsono mengatakan, bahwa
saat ini kondisi Andika sudah
mulai kembali pulih. Bahkan, hari
ini selang inpus yang menempel
pada lengan Andika juga telah
dilepaskan oleh dokter RS Polri
Jakarta Timur. Namun untuk memastikan kesehatannya, polisi
masih menunggu penyataan dokter yang merawat.

"Setelah lepas infus akan kami
tahan, hari ini infusnya sudah
dilepas, namun untuk kondisi
kesehatan masih menunggu dari
pihak dokter yang menangani,"
katanya.

Terkait kasus kecelakaan yang
menewaskan dua orang ini, lanjut
Hindarsono, penyidik Unit
Kecelakaan Lalu Lintas Polres
Jakarta Selatan juga sudah
meminta keterangan dari para
saksi.

Diketahui sebanyak tujuh orang
saksi sudah diperiksa termasuk
Andika dan juga korban serta saksi mata yang ada dilokasi kejadian.

Rencananya, proses rekonstruksi
kasus tersebut juga akan segera
dilangsungkan.

"Kita sudah meminta keterangan
dari tukang pecel, tukang tambal
ban, korban di rumah sakit,
sekuriti ANRI dan juga dua
pengendara mobil Taruna yang
mengejar Andika," tandasnya.

Sumber: merdeka.com

Read More..

2 Pemuda Tewas Tertimpa Truk Tangki Air

Illustrasi
Bandung, Taufan Permana (22) dan Yogi Iskandar (22) tewas seketika karena tertimpa truk tangki pengangkut air bersih bernopol D 8417 CO, di Jln. A. H. Nasution, Kota Bandung, Minggu (30/12) dini hari. Saat kejadian, keduanya sedang berboncengan memakai sepeda motor Yamaha Vega nopol D 4927 CO.

Kasubnit I Laka Lantas Polrestabes Bandung Inspektur Satu Henra Hasibuan menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika Taufan dan Yogi dalam perjalanan dari arah Cicaheum menuju Ujungberung.

"Tepat di Jalan A. H Nasution yang menikung, yaitu depan toko bangunan, Taufan berusaha menyalip angkot jurusan Cicaheum-Cileunyi nopol D 1978 ZS dari sebelah kanan. Dari arah berlawanan, melaju juga truk tangki air," katanya, Minggu (30/12) petang.

Supir truk tidak mengira ada motor di depannya. Apalagi motor itu agak "kabur" ke kanan saat menyalip angkot. Supir truk mencoba menghindar agar tidak menabrak Taufan dan Yogi.

"Dia membanting setir ke kanan dan nabrak angkot Cicaheum-Cileunyi. Karena banting kanan itu, bagian belakang truk yaitu tangkinya, terlempar ke kiri. Motor korban sempat menabrak bagian belakang kiri truk. Truk lalu terbalik dan menimpa kedua korban," kata Henra.

Menurut Henra, kedua korban tewas di tempat dengan luka parah di kepala. Motornya pun rusak parah. Sementara supir truk dan supir angkot hanya mengalami luka ringan. Jasad Taufan dan Yogi dibawa ke kamar mayat RS Hasan Sadikin.

Selain itu, ada seorang pengemudi motor lainnya yang mengalami luka-luka. "Namanya Dede Prayuda Suhendar. Usia 31 tahun. Saat kejadian, dia yang mengemudikan motor Mio D 6070 IP, ada di belakang angkot. Dia jatuh karena berusaha menghindar tabrakan. Korban dirawat di Rumah Sakit Santo Yusuf. Sementara supir truk dan supir angkot telah dimintai keterangan di Unit Laka Lantas Polsek Ujungberung," kata Henra.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Read More..